Rabu, 17 Maret 2010

The Twilight Saga: New Moon (2009)

Nilai: C+

Sutradara: Chris Weitz

Jika seseorang bukan pemuja Twilight Saga dan ketampanan vampir berkulit putih pucat Edward Cullen (Robert Pattinson), maka orang itu pasti di kubu yang sentimen karena hypenya. Saya akui kualitas cerita Twilight dan New Moon memang seperti opera sabun dan fokusnya tanggung dimana-mana, tapi Saya tidak bisa bohong kalau ternyata secara aneh Saya bisa menikmati kedua film itu lengkap dengan unsur cheesy nya sebagai guilty pleasure. Benar-benar cheesy-itu hanya rahasia gadis-gadis Cullen yang sampai bisa histeris di gedung bioskop mendengar one liner Cullen sebagai penutup New Moon. Dalam New Moon, manusia serigala berbadan kekar Jacob Black (Taylor Lauter-dengan gaya rambut yang sudah gaul), akan membuka baju untuk membuat penonton gadis bersorak dan menjadi orang ketiga ketika Edward menghilang meninggalkan Bella Swan (Kristen Stewart) sendirian. Sebenarnya ada topik lain dalam New Moon selain cinta segitiga itu, namun Saya memilih untuk tidak membocorkannya. Dengan cerita yang lebih memaksa dari prekuelnya, eksploitasi fisik sempurna aktor aktrisnya yang tiada henti, dan New Moon tetap seperti drama remaja feminin sekalipun sutradara wanita Catherine Hardwicke yang menyutradari Twilight, sudah digantikan oleh Chris Weitz. Paling tidak film ini mengajarkan kalau jangan sampai urusan cinta mengganggu urusan sekolah. Trio Stewart-Pattinson-Lautner sudah menjadi idola remaja, pendapatan New Moon sudah laris manis, dan sebuah sekuel untuk season selanjutnya, The Twilight Saga: Eclipse, siap dirilis pertengahan tahun ini. (17 maret 2010)

1 komentar:

kendinanti mengatakan...

I agree with you opinion. Saya kira film ini cuma film remaja yang merangkum semua hal yang bakal bikin remaja wanita histeris : kisah cinta romantis, dan pria tampan (plus cowok yang badannya yahud). Tapi saya pikir secara kompleksitas cerita New Moon lebih baik dari Twilight, walau memang seolah - olah antiklimaks. Dan scene demi scene sangat membuat saya geram dan gemas karena sangaaaattttt mendayu - dayuuuuu.... hehehe... Satu - satunya yang membantu film ini tetap menyenangkan bagi saya untuk ditonton mungkin hanya soundtrack musiknya (selain adegan shirtlessnya Taylor Lautner.. hehe..).

regards