Senin, 2008 September 01

Invasion of the Body Snatchers

Nilai: A

/ / / 30 Agustus 2008
Oleh Erdiawan Putra

1956
Allied Artist Pictures
Jenis: Horror, Thriller, Fiksi Ilmiah
Sutradara: Don Siegel
Pemain: Kevin McCarthy, Dana Wynter, Carolyn Jones, Larry Gates
Penulis: Richard Collins, Daniel Mainwaring berdasarkan seri The Collier’s Magazine oleh Jack Finney
Sinematografi: Ellsworth Frederick
Musik:
Durasi: 80 menit
MPAA Rating: NR

Judul film ini cukup terkenal di berbagai generasi karena seringnya dibuatkan remake. Philip Kaufman membuat ulang film ini tahun 1978. Abel Ferrara membuatnya tahun 1993. Yang paling dikenal sekarang adalah versi Owen Hirschbiegel tahun 2007 yang memasang dua aktor papan atas, Nicole Kidman dan Daniel Craig, berjudul The Invasion. Jelas berarti Invasion of the Body Snatchers adalah film yang remarkable. Dan tak ada satupun remake film ini yang juga mendapat predikat klasik. Apalagi cult classic.

Judulnya saja bisa langsung menggambarkan synopsis film ini secara panjang lebar. Awalnya kita melihat Dr. Milles Bennell (Kevin McCarthy) seperti gila. Dan dia menceritakan pengalaman paling mengerikannya secara flash back. Dr. Bennell kembali ke kampung halamannya, Santa Mira, California, dan mendapat pasien-pasien yang mulai bertingkah aneh. Pacarnya, Becky Driscoll (Dana Wynter), juga melaporkan kejadian aneh yang menimpa sepupunya. Kasus anak yang tidak mengakui ibunya sebagai ibunya sendiri atau wanita yang tidak mengakui pamannya sebagai pamannya sendiri bukanlah bidangnya. Dia menyerahkan kepada Dr. Kaufman. Bennell sendiri menganggap anak kecil dan sepupu Becky gila.

Perlahan-lahan ia mengetahui bahwa ada tumbuhan (berbentuk pod) yang terebar dari luar angkasa yang mengambil alih tubuh manusia secara total. Tidak ada sidik jari, tidak ada emosi, tidak ada cinta, tidak ada kepercayaan, semua kehidupan tenang dengan hanya naluri untuk bertahan hidup saja yang berjalan. Bahkan ia sempat menemukan pod yang menghasilkan kembaran teman-temannya, Becky dan dirinya sendiri. Orang-orang mulai menganggapnya gila. Atau ternyata tubuh orang-orang itu telah diambil alih oleh alien? Invasi ini menyebar dari Santa Mira, sampai ke seluruh pelosok kota. Bennell dan Driscoll harus bisa melarikan diri dari kejaran para alien yang mencoba menginvasi tubuh mereka dan mencoba mencari bantuan dari orang yang belum terinfeksi. Untuk itu, mereka tidak boleh tertidur, tidak boleh menunjukkan emosi dan tidak boleh percaya pada siapapun.

Saya yakin sekali bahwa di saat awal peredaran rilis film ini di bioskop, orang-orang akan menganggapnya film kelas B. Pertama karena tema film horror alien yang “biasanya” dianggap kacangan. Kedua, biaya murah (sekitar $300,000) yang tidak memungkinkan efek khusus yang luar biasa untuk film ini. Sebelumnya ada War of the Worlds dan Forbidden Planet yang mendapat nominasi oscar untuk efek terbaik. Ambil sisi positifnya. Muncul ide orisinil tentang cara baru alien menginvasi bumi. Pemikiran wujud alien yang berupa manusia datang hanya karena produser tidak punya cukup uang untuk membuat efek monster. Dibandingkan dengan senjata laser dan gigi tajam yang dilapisi liur yang banyak, mengambil fungsi tubuh manusia secara diam-diam (di saat manusia lagi tertidur) jauh lebih mengerikan. Ini seperti mimpi buruk bagi orang yang selamat.

Sebagai film horror atau thriller atau suspense, Invasion of the Body Snatchers banyak memiliki adegan seram dan adegan aksi (awalnya adalah adegan kejar-kejaran mobil, lantas dilanjutkan dengan pelarian sepasang kekasih dari semua warga kota) Adegan paing mengganggu dalam film ini adalah saat “reuni” para alien yang sudah berbentuk manusia, menggendong salah satu pod selayaknya pod itu adalah bayi. Walaupun begitu, film ini masih menyimpan adegan-adegan bagus seperti ketika Dr. Bennell hampir putus asa dan sempat mempertimbangkan dirinya dan Becky untuk menyerahkan tubuh mereka pada alien. Dan ketika dia menemukan ternyata banyak sekali orang di jalanan yang tidak menunjukkan emosi. Salah satu yang menarik adalah ketika ia mengatakan “You’re next, you’re next, you’re next,” pada orang-orang yang kita tahu sebagian besar dari mereka sudah tidak beres—salah satunya dia mengatakan itu di hadapan kamera seakan-akan penonton adalah korban berikutnya.

Endingnya bukanlah twist karena film ini hanya mengandung storytelling. Kita melihat (dari pembuka film), penampilan Bennell acak-acakan. Orang-orang menganggapnya gila sebagaimana dia menganggap pasien-pasien sebelumnya gila. Dia bisa saja merasa tenang saat menemukan orang yang (ia rasa) masih normal. Tetapi kita tahu, suatu saat nanti (cepat atau lambat), seluruh dunia akan terinvasi termasuk Bennell dan FBI. Semua orang pasti akan tidur kan? Jika Spielberg memiliki niat mulia untuk menunjukkan keunikan manusia (beserta makhluk-makhluk bumi lainnya) tetapi hasilnya justru membuat ending filmnya terasa tumpul dan tak terurus, Invasion of the Body Snatchers justru memiliki pesan yang sama, sekaligus memandang akhir dunia yang damai dengan sudut pandang yang pesimis. Dan yang terpenting, endingnya lebih mudah diterima oleh semua orang.

Dibandingkan dua judul film sci-fi klasik yang Saya sebutkan di atas, Saya lebih cenderung mengatakan bahwa Invasion of the Body Snatchers mirip dengan The Day The Earth Stood Still. Berbeda dengan The Invasion yang terlihat murni horror. Dalam Invasion of the Body Snatchers, Saya mencium aroma alegori yang kental. Gambar diambil hanya selama 19 hari, tetapi hasil filmnya malah melegenda sampai sekarang. Invasi diam-diam ini sudah bisa ditebak merupakan perwujudan dari perang dingin—sewaktu itu Amerika masih perang dingin dengan Soviet. Ada beberapa alegori yang Saya rasakan dari film ini. Terutama adalah anti-komunis. Don Siegel menolak filmnya disebut-sebut anti-komunis. Bagaimana kita bisa menolak? Pada kenyataannya, banyak yang mengatakan bahwa diam-diam Soviet menyebarkan paham komunis di Amerika. Atau itu hanya kebetulan saja? Dalam iklannya, Invasion of the Body Snatchers juga dikatakan kombinasi antara teror luar angkasa dengan anti-conformity paranoia. Disebut-sebut cult classic, ketakutan (invasi baik alien maupun soviet) yang dihadirkan tentu saja menjadi lebih efektif melalui pandangan suram penuh keputus asaan yang dibuat Siegel.

2 komentar:

the nerd and the note mengatakan...

nyampah dulu ah:

hanya liat trailer nya di youtube, nyari yang kayak gini an dimana ya??? ndak mungkin dipontianak. yang invasion nya nicole kidman itu ndak ada seram2nya sama sekali, hanya saya suka sedikit quote dari salah satu karakter yang makan malam sama2 kidman, pokoknya dia ngomong intinya seperti ini:
(apa ya? lupak!! hahaha) intinya kayak gini deh, sudut pandang seseorang terhadap dunia itu biasanya didasarkan pada pandangan orang itu memandang sekelilingnya.

kayak gitu ya? lupa' benaran nih

Erdiawan Putra mengatakan...

Hi, jaka
Saya mendapat film ini dengan cara memesan DVD region 1 melalui amazon.com

Versi lokal memang tidak ada dimana-mana di Indonesia termasuk di Pontianak, Bali, Papua, Belitong bahkan Jakarta