Senin, 2008 September 01

Citizen Kane

Nilai: A+
/ / / 31 Agustus 2008
Oleh Erdiawan Putra

1941
RKO Radio Pictures Inc.
Jenis: Drama
Sutradara: Orson Welles
Pemain: Orson Welles, Joseph Cotton, Dorothy Comingore, Agnes Moorehead
Penulis: Herman J. Mankiewicz dan Orson Welles
Sinematografi: Gregg Toland
Musik: Bernard Herrmann
Durasi: 119 menit
MPAA Rating: NR

Citizen Kane banyak disebut-sebut film simbol sinema amerika, film terbesar yang pernah ada, film terbaik yang pernah dibuat, atau apalah istilahnya lagi. Tidak ada pecinta film sejati yang tidak tahu Citizen Kane—walaupun banyak juga yang belum menontonnya. Saya baru mendapat kesempatan menonton Citizen Kane 57 tahun setelah rilis filmnya. Judulnya berada di posisi puncak daftar 100 film terbaik versi American Film Institute. Namanya begitu terkenal. Citizen Kane mendapat tujuh nominasi oscar dan menang untuk naskah terbaik. Predikat film terbaik oscar dikalahkan oleh film How Green Was My Valley. Sekarang Saya tanya, seberapa sering Anda mendengar judul itu?

Sampai sekarang, Saya masih belum bisa memakai oscar sebagai patokan sebuah film itu klasik atau tidak. Kita lihat The Wizard of Oz, Casablanca, 2001: A Space Odyssey, Chinatown, Raging Bull, The Shawshank Redemption dan Pulp Fiction. Cuma berapa oscar yang bisa mereka menangkan? Tapi seberapa klasik film-film tersebut? Citizen Kane menjadi seperti ini juga karena filmnya yang mengandung kontroversi. Orson Welles hanya memiliki sedikit film yang terkenal. Jika tidak mau dikatakan hanya Citizen Kane saja, Saya bisa sebut The Touch of Evil yang dirilis tahun 1958. Padahal pada waktu itu, Welles datang ke Amerika pada usia 25 tahun, dan ini adalah film debutnya sebagai sutradara!

Welles adalah pemuda yang beruntung sekaligus berbakat. Untuk Citizen Kane, dia mendapat kontrol total dari RKO seperti sedang membuat film indie. Dia mencari pemain-pemain baru dari Mercury Theater. Dia juga ikut membintangi filmnya dengan mengambil peran utama, sebagai Charles Kane—mendapat nominasi oscar untuk itu. Dan dia membuat pertaruhan dengan ikut duduk di bangku produser. Citizen Kane tidak akan sebesar ini kalau hanya mengandalkan promosi gratis itu. Kenyataannya film ini juga sangat bagus.

Sebenarnya Saya tidak perlu membuatkan resensi film ini. Saya tidak akan susah-susah mengarang kata-kata persuasif menggambarkan betapa pentingnya film ini. Karena entah Anda akan cinta atau membencinya, Citizen Kane adalah film wajib tonton bagi semua orang yang merasa menghargai film. Bisa catat peenyataan Saya tadi. Jadi Saya disini hanya akan membedah film ini sebagaimana Saya membedah Titanic.

Sebelum masuk ke plot, kontroversi di sini karena kisah Citizen Kane dianggap diangkat dari kisah nyata pria koran William Randolph Hearst. Hearst yang berumur 76 tahun saat Citizen Kane pertama kali dirilis, justru tersinggung dengan tokoh rekaan Welles. Mungkin bukan masalah politik, tetapi dekat dengan kehidupan cinta Hearst. Mungkin sekali Welles memang mengambil karakter Kane berdasarkan Hearst. Yang Saya tahu, karakter Kane sangatlah menarik dan hidup—seperti sosok nyata dan Welles membuatnya seolah-olah Kane adalah tokoh nyata.

Ada yang mengatakan menonton film seberat ini membutuhkan mood yang benar-benar terjaga dan pikiran yang benar-benar terbuka. Betapa menyeramkannya kalimat itu. Ada juga (kritikus) yang mengatakan film ini lebih menghibur daripada film-film hebat lainnya. Awalnya yang Saya tahu adalah Citizen Kane berfokus pada masalah uang dan politik. Dan itu membuat Saya takut duluan sehingga tidak mampu menyelesaikan film ini. Lantas keesokan harinya, Saya mencoba lagi. Dan itu adalah sebuah pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Film dibuka dengan kematian Charles Foster Kane (Orson Welles). Dia sempat mengatakan “Rosebud” sesaat sebelum meninggal dan menjatuhkan bola kristalnya. Seminggu kemudian, sebuah newsreel tentang Charles Kane dianggap terlalu menyatakan kematiannya, dan perlu tambahan “siapa itu Charles Foster Kane,” Seorang reporter muda bernama Thompson, berusaha mencari tahu apa arti kata Rosebud itu. Apakah itu nama wanita, nama kesayangan ataupun hanya keluar dengan sendirinya dari mulut Kane. Dia mencari sumber dari orang-orang terdekat Kane: pelayan, teman, mantan istri, termasuk saingan. Dalam pencarian arti Rosebud, Thompson justru mendapatkan informasi siapa itu Charles Foster Kane.

Seperti yang diketahui Thompson, Rosebud tidak memiliki arti. Tidak ada satu kata yang bisa menggambarkan kehidupan seseorang seperti tugas yang diberikan atasannya. Yang diketahui Thompson di akhir film adalah untuk merenungkan seberapa penting makna Rosebud bagi diri Kane. Bukankah begitu?

Charles Kane adalah bocah beruntung untuk disekolahkan di luar daerah pengawasan orang tuanya. Dalam umur ke 25, dia menolak tambang emas dan memilih untuk menjalankan bisnis koran New York Inquire—keputusan yang dianggap bodoh oleh Tuan Thatcher, yang telah mengyekolahkannya. Dari kantor kecil, menjadi koran nomor satu, Kane dibantu oleh Jed (Joseph Cotton) dan Tuan Bernstein. Menikahi sepupu presiden, terjun ke politik. Lantas cerai dan menikahi seorang “penyanyi” opera, Susan Aleaxnder.

Lihat, ternyata cerita Citizen Kane tidak seseram yang dilihat sebelumnya. Intinya bukan membahas perang antar calon presiden, politik kotor atau korupsi. Ini adalah cerita tentang hidup dan perasaan Kane dimana ambisi mengubah segalanya. Satu hal cerdas, Kane bukanlah mata duitan. Walaupun dia adalah penghasil uang yang hebat. Ambisi untuk membuat orang-orang menganggap ia mencintai orang-orang, dan berharap orang-orang mencintainya. Dia hanya ingin menghormati untuk dihormati. Dan untuk dihormati, dia tidak tahu cara menghormati.

Kita melihat orang nomor satu amerika ini dari berbagai sudut pandang—orang-orang terdekat Kane yang berhasil diwawancarai oleh Thompson. Dan hebatnya, banyak yang tidak menyukai kepribadiannya. Ada berbagai versi yang membahas kisah hidup Kane. Dia juga dikenal dengan kebodohannya dalam bertindak dan perselingkuhannya dengan Susan Alexander. Salah satu sudut pandang itu datang dari Susie tua. Dalam ceritanya, dikisahkan bahwa Kane telah membuatkannya sebuah gedung opera yang mengambil biaya sebesar $3 juta saat itu. Dan sebuah istana yang dinamai Xanadu, dengan biaya yang tidak bisa disebutkan siapa pun. Berbicara tentang perselingkuhan yang merusak karir politik, Saya jadi ingat pada salah satu kasus anggota DPR kita dengan salah satu penyanyi dangdut. Jika mereka sudah menonton film ini, mereka sadar kalau Citizen Kane adalah sebuah anomali.

Satu lagi yang paling menarik dalam film ini adalah transformasi perubahan Kane. Dari dulu dia adalah pria yang pintar berpikir dan bodoh bertindak. Lama-kelamaan setelah berkecimpung dalam organisasi, dia belajar bahwa politik adalah kotor. Dia malah menjadi gegabah. Mulai korup dalam artian menghalalkan berbagai cara. Memiliki bisnis koran yang besar dan tajam, dirinya pun menjadi santapan berita terhangat. Yang dikupas secara tajam. Untung saja Kane adalah orang dengan posisi kuat di Amerika. Tapi melihat kondisi mental Kane yang memilukan seperti Britney Spears, apa masih yakin ingin menjadi seperti Kane? Apakah uang adalah segalanya? Saya yakin semua orang akan iri melihat Kane dari luar, namun tidak dengan orang yang tahu persis siapa itu Kane.

Teknis yang dipakai sangat luar biasa. Editing dari Robert Wise, Art Direction-nya dan lain-lainnya .Secara visual, film ini begitu mengagumkan. Inilah yang paling menonjol. Saya terlalu sibuk untuk dibuat terpukau oleh sinematografinya. Begitu inovatif, baik Gregg Toland maupun Orson Welles sendiri. Saya menjadi takut untuk melewatkan dialognya. Welles tahu dimana dia harus menaruh kameranya dan kapan dan kemana kameranya harus bergerak. Begitu dinamis. Menghasilkan fotografi-fotografi yang indah. Seperti saat pembukaan film, ada gambar berkabut yang indah. Lantas saat masa kecil Kane, orang tuanya membicarakan masa depan Kane bersama Tuan Tatcher. Juga setiap adegan masuk ke dalam bar menemui Susan Alexander. Dan satu lagi yang paling terkenal adalah fotografi dari sudut bawah saat kampanye pemilu oleh Kane. Begitu revolusioner.
Reputasi Citizen Kane sebagai film terbaik yang pernah dibuat membuat film ini sebagai koleksi perbendaharaan yang sangat berharga. Tetapi apa Saya juga akan mengatakan Citizen itu yang terbaik diantasa yang terbaik? Mari perlahan-lahan kita bicarakan itu. Sebelum menonton Citizen Kane, Saya begitu cinta dengan 2001: A Space Odyssey, Casablanca, Gone With the Wind, The Godfather, The Shawshank Redemption, Pulp Fiction termasuk City Lights. Saya tidak pernah tahu mana film terbaik sepanjang masa karena Saya belum menonton semua film bagus. Contohnya adalah Patton sebagai film nomor satu sepanjang masa oleh James Berardinelli. Saya belum menontonnya. Bagaimana Saya bisa membuat top list? Mudahnya, Saya harus berpikir ribuan kali jika ditanya mana yang paling bagus diantara judul-judul di atas. Bagaimana cara membandingkan 2001 dengan Pulp Fiction? Satunya bisu, satunya banyak mulut. Bahkan 2001 tidak bisa dibandingkan dengan City Lights. Citizen Kane otomatis Saya masukkan dalam jajaran judul film favorit Saya. Tetapi Saya masih belum bisa menyebutnya film terbaik sepanjang masa. Walaupun begitu, tetap saja Citizen Kane film yang lebih dari sekedar luar biasa.

0 komentar: